Natuna,Jelajahkepri.com – Angka kecelakaan lalu lintas jalan di Natuna dari tahun ke tahun dinilai meningkat.

Sejumlah faktor penyebabab kecalaanpun diungkapan oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Natuna Iptu Zubaidah di ruang kerjanya. Selasa, (04/12/2018) pagi.

Kepada jelajahkepri.com Zubaidah menerangkan, Selain pengendara tidak melengkapi standar keamanan kendaraan, kecelakaan juga terjadi di sebabkan oleh sejumlah oknum pengendara yang dalam kondisi pengaruh alkohol.

“Ini sudah mulai meningkat angka kecelakaan, faktornya sepertu mabuk alkohol saat berkendara, dan juga tidak melengkapi standar keamanan seperti tidak menyalakan lampu pada malam hari dan lain-lain”, ungkapnya.

Dalam perbandingannya, angka kecelakaan yang ditangani oleh Satlantas Polres Natuna pada tahun 2017 lalu sedikitnya telah terjadi 34 musibah kecelakan.

Sementara memasuki akhir tahun 2018 ini, mayoritas faktor kecelakaan disebabkan oleh sang pengendara dalam keadaan pengaruh minuman keras (Laka Tunggal) yang sedikitnya terhitung sebanyak 34 musibah kecelakaan.

“Korban yang meninggal dunia pada tahun 2017 lalu itu ada 7, dan Tahun ini sampai sekarang ada 4 orang. Meskipun meninggalnya lebih banyak tahun 2017 lalu, namun angka kecelakaan tunggal pada tahun ini justru lebih meningkat dari tahun sebelumnya”, Ujar Perwira Polwan yang berparas cantik itu.

Guna menekan angka Laka Lantas itu kata Zubaidah, Satlantas Polres Natuna akan melakukan patroli rutin disepanjang jalan Kota Ranai khususnya, dengan tegas menilang ditempat jika kedapatan pengendara yang melanggar telak aturan lalu lintas.

“Untuk kegiatan tilang di tempat ini tidak hanya berlaku bagi anak sekolah, tetapi juga berlaku kepada masyarakat yang malanggar aturan yang bisa menimbulkan kecelakaan, contoh bonceng tiga tidak pakai helm, dan penumpang mobil bak yang terbuka”, katanya.

Selain itu, Satlantas Polres Natuna juga akan merencanakan kampung Penagih Kecamatan Bunguran Timur sebagai kampung percontohan tertib lalu lintas.

sebelumnya Satlantas Polres Natuna telah melaksanakan berbagai kegiatan seperti sosioalisasi terhadap sekolah-sekolah tentang kemanan standar kendaraan, melakukan oprasi razia bagi pengendara yang melanggar aturan, dan telah membuat WhasApp Group yang didalam group tersebur terdapat Guru, Guru BP, dan sejumlah wali murid guna mengesehre kejadian laka lantas bagi para pelajar itu sendiri untuk dijadikan bahan renungan.

“Wahai Pengendara, sayangi lah nyawa kita sendiri dan lengkapilah standar kemamanan bekendara. Ketika kita sudah berkendara maka berhubungannya dengan nyawa”, pesan Zubaidah mengakhiri.

(Rd/Zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here