Langkat, Jelajahkepri.com – Citra Polri tercoreng dengan tindakan satreskrim polres Langkat yang terkesan tidak profesional, modern dan terpercaya (Promoter) dengan melakukan penangkapan terhadap Satria Mandala ALS Rambo seorang anak Tokoh Masyarakat yang menjabat Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia Sumatera Utara (PNTI SUMUT) dan juga Ketua Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat Kab.Langkat (HIPAKAD LANGKAT)

Berdasarkan keterangan Roslila ibu nya Satria Mandala ALS Rambo, menyampaikan,” Rambo ditangkap Tim Reskrim Polres Langkat Sabtu malam sekira pukul 23.00 WIB di warung permainan game jackpot dikawasan jalan sudirman dengan tuduhan melakukan perampokan (curas) dikawasan Jalan Sudirman, Desa Karangrejo Sabtu sorenya (1/2).

Lanjut ibu Roslila ,”begitu terjadi penangkapan tidak lama kemudian datang teman anak saya mengatakan “Rambo ditangkap polisi,bu, dituduh melakukan perampokan hp juga uang tunai satu juta rupiah. Yang kemudian Roslila mendatangi Polres Langkat ingin melihat anaknya Satria Mandala ALS Rambo, dan bertanya kepada petugas juper,” Apa salah anakku,kenapa ditangkap pak”. Lanjut juper menyampaikan “anak ibu disangkakan melakukan curas dan masih dalam penyidikan, jika terbukti tidak bersalah akan kami pulangkan esoknya”.

Namun setelah ditunggu lewat dari 1×24 jam Rambo tak kunjung pulang, malah ada ada kabar disiksa petugas dan ditembak di kawasan Kelurahan Kebun Lada, Senin malam. Dengan modus petugas mengatakan tertuduh rambo mencoba melarikan diri saat pengembangan.

Saat di konfirmasi awak media Kapolres Langkat AKBP.Doddi menyampaikan melalui pesan whats up dirinya berada di Jakarta, dan temui Kasat Reskrim.
Sesuai arahan pak Kapolres kemudian awak media mengkonfirmasi Kasat Reskrim, mengatakan,” Satria ALS Rambo akan kami press release dengan tuduhan melakukan 3 kali pembegalan berdasarkan saksi-saksi yang dikumpulkan,” ujar AKP. Teuku Fathir Kasat Reskrim Polres Langkat.

Ditambahkan orangtua Satria ALS Rambo, ” penangkapan anak saya ini terkesan dipaksakan dan direkayasa oleh Reskrim Polres Langkat,apa sebab,tidak ada koordinasi dengan pihak Intel Polres Langkat,” kesal Adhan Nur.
Lanjutnya,”Kami akan mendatangi
Polres Langkat besok Rabu(5/2) untuk menggelar aksi damai menuntut keadilan dan kebenaran terhadap penangkapan Satria Mandala yang disangkakan melakukan 3 kali kejahatan begal”.(IS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.