Pelalawan,Jelajahkepri.com – Selasa 28/07/2020, Pranseda Simanjuntak SH mengatakan, berdasarkan informasi, bahwah pencemaran lingkungan yang terjadi, disebabkan kolam aplikasi, Limbah Pabrik Kelapa Sawit, PT Serikat Putra, meluber sampai ke Sungai Kerumutan yang terletak di daerah, Kecamatan Bandar Petalangan, Kab Pelalawan, Riau, sehingga mengakibatkan, Sungai Kerumutan, berubah warna menjadi hitam, serta mengeluarkan bau busuk, “ujarnya

Pranseda juga mengatakan, “setelah mengetahui impormasi tersebut, “Saya langsung berkoordinasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan melalui Kabid Penataan dan Pemeliharaan Hukum Lingkungan Tohaji SP, terkait pencemaran lingkungan oleh limbah PT. Serikat Putra. agar segera melakukan, Investigasi langsung di lokasi Sungai yang tercemari tersebut, ” tandas Pranseda Simanjuntak.

Pranseda juga menegaskan, Kalau pencemaran lingkungan benar benar terbukti, maka perusahaan PT. Serikat Putra sudah melanggar Undang- Undang PPLH Nomor 33 tahun 2009 tentang perlindungan pengolahan lingkungan hidup,nya Selain pidana karena pembuangan limbah, ada beberapa pidana lain yang bisa dikenakan kepada perusahaan tersebut, “ucapnya.

1. Jika pencemaran lingkungan tersebut terjadi, karena perusahaan sengaja melakukan perbuatan (misalnya membuang limbah) yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, maka diancam pidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit Rp5 miliar dan paling banyak Rp15 miliar.

2. Jika pencemaran lingkungan tersebut terjadi, karena perusahaan lalai sehingga mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, maka dipidana dengan pidana penjara paling singkat paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 9 (sembilan) tahun dan denda paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Rp9 miliar, “pungkas Pranseda dengan tegas.

Sementara Tohaji dikonfirmasi melalui, media ini! melalui via telefon mengaku sudah mengetahui informasi adanya dugaan pencemaran lingkungan oleh limbah perusahaan PT. Serikat Putra. Begitu dapat informasi, langsung diturunkan anggota dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pelalawan untuk melakukan kroscek ke lokasi tersebut,” katanya

“Tiga orang anggota sudah kita turunkan ke lokasi. Untuk sementara belum diketahui bagaimana dugaan tindakan pencemaran lingkungan tersebut, sebab anggota sedang berada di lokasi tersebut, ” tutupnya. (M. Panjaitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.