Pelalawan- Warga mengeluh jasa tarif upah gendong kendaraan melintas dijalan lintas timur (jalintim) , Desa kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan , Riau.

Sampai saat ini kilometer 75 kedalam air diperkirakan mencapai 50-70 centimeter. Lokasi genangan air yang paling parah di jalan Lintas Timur adalah kilometer 83.Kedalaman air yang menggenangi jalan pada kilometer 83 mencapai 1,2 meter.Kondisi ini sudah tidak bisa lagi untuk dilalui oleh kendaraan roda dua dan mobil kecil.

” Saya merasa terbebani dengan jasa tarif upah gendong pemilik usaha mobil towing ini. Pemerintah daerah kabupaten Pelalawan melalui Dinas Perhubungan telah menetapkan harga tarif jasa mobil gendong sebesar Rp. 400 ribu, tapi nyatanya masyarakat kenai Rp. 800 ribu sekali melintas , jadi harga upah gendong ditetapkan Pemda telah dilanggar pemilik towing, ” Keluh Boy warga Kecamatan Ukui , kepada katakabar.com , Selasa (9/1/2024) kemarin.

Masyarakat meminta kepada Dinas Perhubungan Pelalawan agar segera menertibkan biaya tarif upah gendong tersebut sesuai surat yang dikeluarkan diputuskan dalam rapat Dishub Pelalawan bersama seluruh pemilik usaha jasa mobil gendong tersebut.

” Upah tarif jasa gendong mahal tidak sesuai dengan harga penetapan, kami meminta surat himbauan penatapan harga dikeluarkan Dinas Perhubungan Pelalawan pada,Senin(8/1/2024) kemarin bunyinya mobil tarif jasa upah gendong mobil trailer dan truk mengangkut mobil , motor dengan tarif yakni , mobil sedan/mini bus Rp. 400 ribu termasuk penumpang, mobil truk Rp. 500 ribu, sepada motor Rp. 30 ribu , pompong besar Rp 350 ribu, dan pompong kecil Rp. 300 ribu, ” Kesal Boy

Diceritakan Boy warga Kecamatan Ukui hendak Pulang dari Pekanbaru, Pemilik towing menyebutkan telah mengantongi izin dari Dinas Perhubungan, ia mengatakan perusahaan towing dari PT Agung Auto Trans dari Jakarta sudah melakukan Mou. Menurut dia (pemilik towing yang tidak mau disebutkan namanya) sempat viral dimedsos terkait jasa angkut Pemerintah bersepakat ada bantuan dari Pemerintah Daerah seperti subsidi. Tapi kita tidak tau gimana subsidinya. Disinggung berapa unit setiap hari beroperasi perharinya 3 unit sampai 7 unit perhari . (MP)

Artikulli paraprakBersama Forkopimda, BP Batam Akan Terus Menjaga Situasi Kondusif di Rempang
Artikulli tjetërKepala BP Batam Buka Komunikasi Seluasnya untuk Masyarakat Rempang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.