PELALAWAN – Ahli Hukum Pidana Dr. Muhammad Nurul Huda.SH.MH yang juga Direktur FORMASI RIAU mengatakan Menolak Lupa terhadap PT. PSJ.

Dr. Muhammad Nurul Huda, SH.MH mempertanyakan kepada Kejari Pelalawan terkait kapan akan dilasanakan eksekusi denda Rp. 5 Miliar terhadap PT. PSJ diselesaikan?

“kasus eksekusi kebun kelapa sawit milik petani dan PT. Peputra Supra Jaya (PSJ) di Desa Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau pada bulan Januari silam hingga saat ini tidak diketahui kelanjutannya, apakah PT. PSJ sudah membayar denda Rp.5 Milliar?,” sindirnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur FORMASI Riau, Dr. Muhammad Nurul Huda, SH.MH. mempertanyakan apakah Kejari Pelalawan sudah menuntaskan eksekusi denda Rp.5 Milliar terhadap PT. PSJ? Tanya Huda ketika dikonfirmasi pada Selasa (24/3/20) di Pekanbaru.

Ia menambahkan, diketahui eksekusi tersebut atas keputusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1087/Pid.Sus.LH/2018 tanggal 17 Desember 2018. atas gugatan PT. Nusa Wana Raya (NWR) dimana menyebutkan bahwa lahan seluas 3.323 Ha PT. PSJ dirampas untuk dikembalikan ke Negara melalui dinas LHK Provinsi Riau.

Dikatakan Dr. M. Nurul Huda, SH.MH, pada putusan itu juga dikatakan bahwa PT. PSJ melakukan tindak pidana membikin kebun tanpa mengantongi Izin Usaha Perkebunan (IUP). Lalu didenda Rp.5 Milliar, kemudian lahan itu disita oleh Negara melalui Dinas LHK Riau cq PT. NWR.

“Sebaiknya pihak kejari harus terbuka kepada publik atas dasar apa denda Rp. 5 Milliar itu bisa dicicil pembayarannya. Berdasarkan informasi yang kami terima, denda tersebut baru dibayar Rp. 500 juta. Tolonglah eksekusi itu segera dituntaskan, Jangan perlihatkan ketidakadilan itu secara telanjang,” pungkasnya. (M. Panjaitan)

Berita sebelumyaSekda Laporkan Perkembangan Terkini Penanganan Covid 19 Kepada Gubernur
Berita berikutnyaIsdianto Serahkan Bantuan Uang dan APD untuk Penanganan Covid 19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.