MEULABOH, JelajahKepri.com – Issu aksi penurunan Wali Nanggroe Mahmud Al-Haytar dari tampuk kepemimpinanya merebak di Aceh, Forum Masyarakat Aceh Barat (Format) menolak rencana aksi itu dan meminta jajaranya untuk tidak ikut ke Banda Aceh nantinya.

Jurubicara Format Aceh Barat, Teuku Ediman Saputra mengatakan, upaya mengulinkan Wali Nanggroe sebagai bentuk memecah belah hubungan sesama bangsa Aceh, dan kami menghimbau kepada mantan kombatan GAM di Format untuk tidak terprovokasi dengan aksi itu.

Teuku Ediman didampingi Ketum Format Tgk Rasyidin,HR menambahkan, intruksi ini resmi dikeluarkan untuk tidak ikut serta dalam aksi nantinya, karena kegiatan tersebut kabarnya ingin mengulingkan kepemimpinan Wali Nanggroe PYM Mahmud Al-Haytar, ujarnya

“Terbentuknya Lembaga Wali Nanggroe itu atas perjuangan yang mulia Hasan di Tiro sebagai simbol pemersatu masyarakat Aceh dan mengangkat harga diri bangsa Aceh, maka rencana menurunkan Wali Nanggroe Aceh, merupakan sebagai bentuk merusak citra baik Aceh” kata mantan aktivis GAM ini.

Disebutkan Ediman, fungsi Wali Naggroe itu sebagai orang tua bagi rakyat Aceh, dan melestaraikan adat budaya serta menjaga perdamaian dalam bingkai NKRI, kemudian membantu Pemerintah Aceh dalam mensejahterakan rakyat sesuai dengan UUPA, paparnya.

Senada dengan Teuku Ediman, mantan kombatan GAM Tgk Rasyidin.HR juga menyebutkan, menurutnya. kegiatan seperti itu dapat merusak perdamaian sesama kita, harusnya memberi masukan untuk Aceh agar bersatu seperti dulu lagi, bukan saling menjatuhkan.

Berita sebelumyaGubernur Ingatkan Pelaku UMKM untuk Promosikan Kuliner Khas Sumsel
Berita berikutnyaTeryata pelaku penghina wartawan tersebut , mengaku seorang oknum dari anggota polisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.