NATUNA, JELAJAHKEPRI.COM – Sebanyak 12 personel anggota SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna, turut membantu evakuasi korban kebakaran yang terjadi di Kampung Penagi, Kecamatan Bunguran Timur. Rabu, (04/09/2019) pagi.

Dalam operasinya, terlihat anggota SAR bahu-membahu membantu masyarakat, menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

Kepala KPP Natuna, Mexianus Bekabel S.Sos, saat turun langsung dalam evakuasi korban kebakaran itu mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapat laporan dari anggota SAR yang bertugas di Kapal Sasi Kirana, yang memang tambatannya tidak jauh dari lokasi kejadian.

Dengan demikian, Ia memerintahkan sejumlah anggotanya untuk turun membantu evakuasi korban.

“Itu kan terkait dengan jiwa manusia, Basarnas itu tugasnya melakukan evakuasi terhadap orang yang jiwanya terancam”, ujarnya.

Padatnya rumah-rumah warga, serta belum adanya titik kumpul aman bagi para korban, diakui Mexi, menjadi kendala bagi pihaknya dalam evakuasi korban.

“Selain itu kan banyak juga warga yang hanya sekedar melihat musibah kebakaran ini, jadi kita mau evakuasi korban pun susah, karena lokasinya sempit”, pungkasnya.

Menurut pantauan, dalam musibah tersebut melibatkan TNI/Polri, dan stekholder lainnya dalam membantu menjinakkan api.

Sejumlah pimpinan insntansi lainnya seperti Kadis Damkar Natuna, Kapolres Natuna, Dandim 0318 Natuna, Danyon Komposit, Dansatrad, serta sejumlah anggota DPRD Natuna pun terlihat hadir dilokasi kejadian.

Sedikitnya 5 unit mobil pemadam kebakaran milik Lanal Ranai, Lanud Ranai, dan milik Dinas Pemadam Kebakaran Natuna, diterjunkan.

Api dapat dipadamkan setelah 1 jam kemudian, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun api sempat menghanguskan 3 buah rumah pribadi, dan 1 buah aula Kelenteng. (Zal).

Berita sebelumyaSijago Merah Lalap Sejumlah Rumah di Kampung Penagi
Berita berikutnyaPeringati Hari Pelanggan Nasional, bright PLN Batam Menyapa Pelanggan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.