Natuna,JelajahKepri.com – Wakil Bupati (Wabup) Natuna Hj. Ngesti Yuni Suprapti membuka resmi kegiatan Uji Publik penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategi (KLHS) Perubahan RPJPD Kabupaten Natuna tahun 2005-2025.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (BP3D) Natuna tersebut bertempat di di gedung Sri Serindit, Ranai, Rabu pagi (06/11/2019).

Dalam sambutannya Ngesti menyampaikan, Undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengamanatkan, Pemerintah Daerah wajib membuat KLHS kedalam penyusunan dan evaluasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW).

Menurutnya, pelaksanaan KLHS dalam penyusunan dan perubahan RPJMD/RPJPD menjadi pertimbangan dalam perumusan kebijakan pembangunan rencana daerah.

KLHS memandu Pemerintah Daerah dalam melaksanakan amanat Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 59 tahun 2017, tentang pelaksanaan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Pembuatan dan pelaksanaan KLHS diharapkan akan mendukung terwujudnya pembangunan daerah yang mensejahterakan masyarakat.

“Besar harapan saya, melalui momentum ini, kita dapat merumuskan skenario pembangunan berkelanjutan. Berupa alternatif proyeksi kondisi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan”.

Selanjutnya kata Ngesti, alternatif proyeksi hasil KLHS perubahan RPJPD ini, menjadi dasar dalam merumuskan sasaran dan strategi arah kebijakan, akan diintegrasikan kedalam dokumen perubahan RPJPD Kabupaten Natuna tahun 2005-2025.

Turut hadir pada kesempatan itu, Wakil Ketua II DPRD Natuna Daeng Ganda Rahmatullah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Boy Wijanarko, FKPD dan tamu undangan lainnya.

Prof.Dr.Ir.H.Syarifuddin Kadir, M.Si bertindak sebagai narasumber dari Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari.

Sayangnya, giat bertujuan untuk mendapat masukan dari seluruh stakeholder Natuna ini, seperti “kurang diminati”. Hal ini tampak dari banyaknya kursi kosong yang disediakan panitia. (Zal).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.