Pelalawan – Bupati Pelalawan, HM Harris memutuskan untuk meliburkan seluruh sekolah. Keputusan itu diambil Orang Nomor 1 di Kabupaten Pelalawan, setelah rapat dengan para Kepala Sekolah dan Kepala Puskesmas tentang kesiapsiagaan menanggulangi penyebaran Virus Corona di Kabupaten Pelalawan.

Rapat kesiapsiagaan menanggulangi penyebaran Virus Corona dihadiri Kejari Pelalawan, Nophy T Suoth SH MH, Kapolres Pelalawan AKBP, M Hasym Risahondua SIK MSI, Dandim KPR 0313, Letkol Inf Aidil Amin, Sekda, T Mukhlis, Dinas Kesehatan dan OPD terkait berlangsung di ruang auditorium Kantor Bupati Lantai III, Senin (16/3).

Para Kepsek, Komite Sekolah dan Kepala Puskesmas (Kapus) dikumpulkan di auditorium lantai lll untuk sosialisasi Covid 19 dan kesiapsiagaan menanggulangi penyebaran Virus Corona di Kabupaten Pelalawan.

Kepsek tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dihadirkan untuk membicarakan langkah-langkah yang diambil Pemda Pelalawan, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Kebijakan itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona (covid 19) di Pelalawan.

“Langkah ini diambil untuk menyelamatkan seluruh warga Pelalawan khususnya Anak sekolah sesuai instruksi Gubernur Riau dengan meliburkan anak sekolah selama 14 hari dari Senin (16/3) hingga Senin (30/3),” sebut HM Harris saat memberi arahan.

Bupati Pelalawan menekankan, pihak sekolah mesti berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar siswa tidak ketinggalan pelajaran selama diliburkan dan orangtua diingatkan untuk tidak membenarkan anak-anaknya keluar rumah dan berkeliaran selama libur.

Hal itu bertujuan, agar terhindar dari penyebaran virus corona bisa mengancam siapa saja.

“Siswa harus tetap di dalam rumah, bukan malah berkeliaran atau dibawa jalan-jalan,” tegas HM Harris.(M. Panjaitan)

Berita sebelumyaTim LSM KPK Laporkan Limbah PT Kan
Berita berikutnyaWaspada COVID-19, BP Batam Cek Suhu Tubuh Pegawai dan Pengunjung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.