Pembangunan di atas drenase hampir 50 M panjangnya tanpa ada pembongkaran dari Pihak Pemko Batam
Pembangunan di atas drenase hampir 150 M panjangnya tanpa ada pembongkaran dari Pihak Pemko Batam
Pembangunan di atas drenase hampir 150 M panjangnya tanpa ada pembongkaran dari Pihak Pemko Batam.

Batam,Jelajahkepri.com- Kerap menjadi permasalahan yang membuat Dinas Pekerja Umun Kota Batam menjadi kewalahan untuk penyaluran Drenase di daerah Nagoya.

Hal ini di ungkapkan salah seorang karyawan dinas PU Kota Batam, berinisial ( St).Kita sudah memberitau pada pengusaha hotel bahari agar lokasi pembangunan yang di dirikan di atas drenase agar dibongkar dulu, agar bisa kita benarin drenase yang tersembat selama ini,” Ujarnya

Niko pengusaha Hotel Bahari tidak pernah menghiraukan respon dari pihak pemerintah dinas PU Kota Batam.

Masyarakat komplek Nagoya sequare juga pernah meminta agar pembangunan di atas drenase di bongkar pada penguhasa Hotel Bahari, tapi Niko pengusaha Hotel Bahari  selalu tidak menangapin sama sekali perkataan masyarakat sekitarnya.

Niko pengusaha Hotel Bahari mengatakan,ini saya bangun pakai uang saya dan ini tempat saya.sapa berani melarang saya ??? Akan saya suruh anggota angkatan laut turun kemari sekarang,” Ujarnya.

Hampir seluruh komplek Nagoya Sequare ruas jalan di jadikan tempat pembangunan jenset dan pembangunan di atas drenase di bangun oleh Niko pengusaha Hotel Bahari.

Masyarakat komplek Nagoya Sequare kesal dengan tingkah Niko selama ini selaku pengusaha Hotel Bahari.( Hendrik)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.