Press Conference Polda Sumut

Medan, Jelajahkepri.com – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) berhasil mengungkap pelaku perampokan yang terjadi di Toko Union Smart Phone Store yang berada di Jalan Gagak Hitam No.14-15 Medan.

Direktur Ditreskrimum Poldasu Kombel Pol Andi Ryan mengatakan, identitas para tersangka yakni AN (21) warga Jalan Binjai Km 8,5 No. 54 Kel. Lalang Kec. Medan Sunggal Kota Medan. Ikut berperan merencanakan pencurian. Pernah menjalani hukuman selama 2,6 Tahun terkait kasus pencurian pada tahun 2017 di Jalan Sunggal.

Tersangka DA (19) warga Jalan Sunggal Lk. VII Kec. Medan Sunggal Kota Medan, berperan sebagai joki setelah pencurian. Pernah menjalani hukuman selama 2,5 tahun terkait kasus Narkoba/pemakai pada tahun 2014 TKP Sunggal. MN(30) warga Jalan Sunggal Serba Setia Gg. Kuini Kel. Sunggal Kec. Medan Sunggal Kota Medan, peran sebagai kurir yang menjual Handphone hasil curian. Ilham selaku Otak Pelaku yang merencanakan Pencurian, (DPO) dan AN alias Botak, peran sebagai kurir untuk menjualkan 41 (empat puluh satu) unit Handphone merk Samsung (DPO).

Perampokan bermula sekira Selasa (22/10) pukul 17.00 Wib. Saat itu Tersangka AN dan Ilham alias Kodok bertemuk dengan MD di sebuah warung yang berada di depan Toko Union Smart Phone Store Jalan Gagak Hitam No. 14-15 Medan.

“Di warung tersebut Ilham mengajak AN untuk melakukan pencurian Toko Union Smart Phone Store Jalan Gagak Hitam No. 14-15 Medan tersebut. Selanjutnya AN dan Ilham melakukan pemantauan sampai tutup pada pukul 23.00 WIB. Kemudian pada hari Rabu tanggal 23 Oktober 2019 sekira pukul 02.03 WIB, AN dan Iham menjemput MD. Setelah bertemu AN menyuruh MD memantau situasi di Pos PP yang berada di depan Toko Handphone,” ujar Andi

Selanjutnya AN dan Ilham memanjat plang merk toko naik ke lantai 2 dan membuka jendela kaca yang tidak terkunci. Saat masuk ke ruangan lantai 2, kedua tersangka ini kemudian menuju ke lantai 1 dengan cara merusak pintu menggunakan obeng yang sudah disiapkan tersangka AN.

Tiba di lantai 1, AN menuju meja kasir dan menemukan mangkok berisi kunci lemari dan kunci pintu. Dari lemari tersangka mengambil 61 (enam puluh satu) unit Handphone Samsung berbagai type. Selanjutnya kedua tersangka memasukkan 61 (enam puluh satu) Handphone tersebut ke dalam tas yang ditemukan di dalam Toko.

Kedua tersangka kemudian keluar membawa Handohone dari toko dengan membuka pintu toko. Selanjutnya menginap di Hotel Selayang Pandang atas pesanan MN teman dari AN.

“Pada hari Kamis, tanggal 24 Oktober 2019, Ilham membawa 8 (delapan) unit Handphone Samsung, pukul 06.00 WIB AN dan MD pindah ke Hotel Bukit Permai diantar oleh MN. Pukul 07.00 WIB, MN meminta ijin kepada AN untuk menjual 1 (satu) unit Handphone merk Samsung type A30. Pukul 14.00 Wib, AN dan MD menemui ANN di depan Lapas Tg. Gusta dan menyerahkan 41 (empat puluh satu) unit Handphone untuk dijualkan,” ujar Direktur Ditreskrimum.

Adapun barang bukti yang diamankan dari para tersangka yakni, 13 (tiga) belas unit Handphone merk Samsung berbagai type (Baru, dalam kemasan Kotak), 5 (lima) unit Handphone yang digunakan tersangka, 1 (satu) unit Sepeda Motor Honda Metic Genio dan 1 (satu) unit Sepeda Motor Yamaha Aerok BK 4799 AIA. (IS)

Berita sebelumyaPolres Tanjung Balai Beri Timah Panas Pelaku Narkoba
Berita berikutnyaPemprov Sumut Bantu Korban Kebakaran Sentosa Lama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.