Pelalawa – Salah satu warga desa air hitam Ucok mengatakan pada media ini, Gajah selalu memakan kebun sawit warga dengan berpindah pindah ke kebun masyarakat hal ini saya ingin bertemu dengan gubernur propinsi Riau untuk menyampai kan masalah gajah yang selama ini memakan dan merusak perkebunan masyarakat, tapi tak mau menerima saya membuat kesal.kata Ucok., Sabtu (16/01/21).

Keluh Ucok Lalu apa guna nya negara meresmi kan taman nasional teso nilo yg seharus nya bisa menjadi tempat perlindungan gajah, gajah liar mau pun gajah jinak Di foto ini bapak bisa memperhati kan bahwa gajah itu di rantai, yang mana arti nya gajah itu telah di jinak kan oleh manusia

“Tapi seperti sengaja gajahnya di lepaskan agar makan kebunan sawit masyarakat, Bila bapak gubernur riau berkenan mau bertemu dengan saya sebagai utusan warga, maka saya bisa memberi kan solusi yang terbaik bagi masyarakat dan juga gajah yang sedang berkeliaran di daerah desa desa,”ujarnya.

Sambung Ucok, Bila di biarkan gajahnya ini berkeliaran akan menjadi masalah yang lebih besar lagi, Karena saat ini gajah gajah itu sudah sampai dekat perumahan masyarakat, berkeliaran seolah-olah seperti hewan peliharaan kambing dan juga masalah ini sudah pernah di sampaikan ke tingkat presiden.Tapi kejelasan tentang masalah ini tak kunjung juga di dapat oleh masyarakat, Dan sebenar nya ini hanya masalah kebijak kan pemerintah daerah.”ungkap Ucok.

Menurut pandangan saya pemerintah daerah kita lah yang sengaja membiar kan masalah ini sehingga berlarut-larut, Dulu ini perjuangan almarhuma ayah saya, seorang kepala desa di air hitam, Dan saat ini saya pribadi lah yang ingin melanjut kan perjuangan beliau, demi kesejahteraan masyarakat desa air hitam,”ujarnya.

Tentu saja, karna yang saya perjuang kan adalah perkebunan mereka, jujur saja satu batang sawit saya tidak punya di sana pak, tapi bagi saya kejelasan tanah perkebunan mereka adalah motor utama saya, Kalau tidak dari dukungan mereka, mungkin saya tidak akan berjuang,”katanya.

Tapi hanya karena dukungan mereka lah saya mau berjuang, untuk menemui bapak presiden karena selama ini pemimpin propinsi tidak merespon perjuangan saya,”akhiri Ucok. (M.Panjaitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.