?????- Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M. Pd. mendampingi Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menerima langsung laporan sekaligus paparan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kota Batam tahun 2025.

RKPD Kota Batam tahun 2025 ini sendiri mengangkat tema “Pemantapan Infrastruktur dan Tata Kelola Pemerintah dalam Mendukung Pembangunan yang Berkelanjutan”.

“Tema ini menegaskan dan mencerminkan komitmen kita pada upaya untuk menciptakan perkembangan yang berkelanjutan melalui peningkatan infrastruktur dan tata kelola pemerintahan yang efektif,” ujar Jefridin.

Hal tersebut dipaparkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan(MUSRENBANG) RKPD Tingkat Kota Batam Tahun 2024, di Hotel Radisson, Rabu (6/3/2024). Acara berlangsung selama dua hari, dimulai dari 6 hingga 7 Maret.

Musrenbang tingkat Kota Batam bertujuan untuk mendapatkan masukan dan saran guna menyempurnakan perencanaan Kota Batam. Fokusnya termasuk penyelarasan rencana pembangunan daerah dengan Renja DPRD Kota Batam, serta memastikan bahwa perencanaan tetap sesuai dengan indikator makro Kota Batam.

“Tentu ini akan memberikan dampak dan pengaruh besar terhadap ekonomi Batam. Di bawah arahan Wali Kota Batam Rudi, pertumbuhan ekonomi Kota Batam pada tahun 2023 mencapai kenaikan sebesar 7,04 persen. Angka ini menunjukkan prestasi lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi di tingkat provinsi maupun nasional,” katanya.

Menurutnya, dengan capaian tersebut Kota Batam terus menjadi tulang punggung ekonomi Kepulauan Riau. Tingkat pengangguran terbuka Kota Batam mengalami penurunan signifikan dari 9,56 persen menjadi 8,14 persen pada tahun 2023.

Indeks Pembangunan Manusia Kota Batam mencapai angka 82,64 pada tahun 2023. Kota Batam berhasil mengendalikan inflasi dengan penurunan tingkat inflasi menjadi 2,85 persen pada 2023. Serta seiring pertumbuhan ekonomi Kota Batam, jumlah kunjungan wisman meningkat mencapai 1.192.931 juta pada tahun 2023.

“Maka dari itu Pemko Batam menargetkan Indikator RPJMD Kota Batam Tahun 2025 untuk Pertumbuhan Ekonomi sebesar 7,0-7,5 persen, Indeks Gini 0,31 persen, Indeks Pembangunan Manusia 82,7-83 persen, Persentase Penduduk Miskin sebesar 4,66 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka 7,5-8 persen, dan Tingkat Inflasi sebesar 2,0-3,0 persen,” jelasnya.

Jumlah usulan dalam RKPD Tahun 2025 mencapai 6.502, terdiri dari 2.111 usulan masyarakat melalui Musrenbang, 3.103 usulan Renja Perangkat Daerah, dan 1.288 usulan pokok-pokok pikiran DPRD. Untuk mewujudkan seluruh usulan tersebut, diperlukan dana anggaran sebesar Rp 4 triliun.

Pemerintah Kota Batam mengajak sektor swasta untuk berkontribusi dalam pembangunan Kota Batam melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), terutama dalam mengatasi kemiskinan, meningkatkan pendidikan, dan bidang lainnya.

“Kolaborasi ini nantinya diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Batam,” tutupnya.

Artikulli paraprakMusrenbang Kota Batam 2024, Ketua DPRD Batam Nuryanto Sampaikan Sejumlah Catatan Penting
Artikulli tjetërPLN Batam dan Kejaksaan Teken MoU Penanganan Hukum

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.