Batam -Inisial P yang selama ini sebagai tulang punggung keluarga ,hidup seorang diri dalam menghidupkan anak – anaknya.
Ia ,bekerja sebagai buru di salah satu pelabuhan rakyat ,yang berada di punggur kecamatan Nongsa,Sabtu ( 28/02/26 ).
Merasa resa dengan adanya pemberitaan yang di muat di beberapa media lokal ,yang mejelaskan sebagai penyelundup barang gelap.
Hal ini,ibu seorang janda yang tidak mengetahui dengan pemberitaan di salah satu media mengatakan sebagai penyelundup rokok ,miras dan alkohol di pelabuhan punggur.
Ia menjelaskan kegiatan yang di kerjakan sebagai buru kerja dalam suatu pekerjaan menyambung hidup ,dan sebagi kuli yang membantu salah seorang pemilik barang sembako untuk kebutuhan di pulau terpencil dari kota Batam.

Ia menjelaskan ” Kita hanya membongkar sembako, seperti cabe,minyak makan ,sayur mayur ,buah buahan ,bawang dll dan kita tidak pernah ada melakukan kegiatan yang melanggar hukum di lokasi ini.” Ujarnya.
“Inisial P mendengar ada suara kencang memukul pintu keras dengan arogan dan mengaku sebagai wartawan ,untuk melakukan minta jatah .ia mengatakan untuk kegiatan di sini tidak ada kegiatan ilegal di sini hanya tempat bongkar muat sembako.” Katanya .
Mengenai mobil PT Tri Mintra Mandiri Batam yang lagi muat barang ,ia menjelaskan ” saudara bisa bertanya kepada perusahaan barang apa saja di bawak kejelasan barangnya dan tujuannya.” ujarnya.
Ia hanya selaku di pekerjakan sebagai pengawas yang di suruh atasannya Inisial Pasaribu ,sebagai kordinator bongkar muat barang – barang sembako untuk di bawak ke pulau – pulau terpencil jauh dari kota Batam ,dan ia hanya mempekerjakan masyarakat sebagai pekerja di pelabuhan Punggur.” katanya.
Adapun dalam pemberitaan di salah satu media lokal mejelaskan inisial P yang di beritakan ,ia memang membenarkan seorang perwata ,dan ia tidak pernah mengatakan wartawan senior yang ada dalam pemberitaan di salah satu media lokal.
Hal ini ,inisial P merasa keberatan dengan adanya pemberitaan di salah satu media yang melakukan pemberitaan sepihak dan tendensius terhadap dirinya ,yang di naikan secara sepihak tanpa mendapatkan bukti yang akurat .
Selama ini ,pelabuhan rakyat punggur sudah tempat jalur pengiriman bahan makan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang tidak terakses dengan jalur darat ,hingga memakai jalur laut dengan menggunakan kapal – Kapal Nelayan.
( GB )



