Batam,Jelajahkepri.com-DPRD Kota Batam, menggelar Rapat Panitia Khusus (Pansus) terkait Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) Walikota Batam Akhir Tahun Anggaran 2021.

Rapat di pimpin oleh  langsung Ketua Pansus, Aman, dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dihadiri anggota Pansus dan diikuti oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Hendri Arulan, di Ruang Rapat Serbaguna DPRD Batam, Rabu (06/04/2022).

Pada kesempatan itu, Hendri Arulan memaparkan LKPJ Dinas Pendidikan Tahun 2021 dengan Total Pagu Anggaran sebesar Rp. 749.062.577.167,- yang terdiri dari Program Penunjang Urusan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota sebesar Rp. 338.901.827.131,- dan Program Pengelolaan Pendidikan sebesar Rp. 410.160.750.036,-

Hendri mengatakan, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021, terdapat 4 Indikator Utama Dinas Pendidikan antara lain:

  1. Perluasan Akses Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
  2. Mutu Layanan Pendidikan
  3. Penguatan Tata Kelola Layanan Pendidikan dan,
  4. Peningkatan Kualitas Masyarkat Melalui Bantuan Pendidikan

Hendri menjelaskan, pada poin pertama menggunakan indikator APK PAUD. APK adalah perbandingan antara siswa pada jenjang pendidikan tertentu dengan penduduk usia sekolah yang dinyatakan dalam persentase.

“Jadi dalam APK PAUD kita menargetkan 85,88 %, namun yang tercapai hanya 83,22 persen,” ucap Hendri.

Namun, setelah dilakukan perhitungan ulang oleh anggota Pansus, ternyata data yang dipaparkan oleh Hendri tidak sesuai. Hasil yang keluar yakni 83,19 persen.

Anggota Pansus, Ericson Pandiangan mempertanyakan dasar yang digunakan oleh Dinas Pendidikan membuat target 85,88 persen. Ia juga mempertanyakan alasan tidak tercapainya target tersebut.(**)

Berita sebelumyaKomisi I DPRD Kota Batam Sidak Di sejumlah Gelper Nagoya
Berita berikutnyaRapat Paripurna DPRD Kota Batam Tentang Restribusi Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.