Medan, Jelajahkepri.com – Semakin meningkatnya penikmat kopi, mendorong para kawula muda ambil bagian dalam Medan Internasional Coffee Festival (MICF) 2019 Six Edition di Avros Park Medan, Minggu (27/10/19).

MICF kembali hadir menyapa para penikmat kopi di kota Medan dengan menghadirkan berbagai kegiatan edukatif. MICF mengusung tema Coffee Business Expose.

Tahun ini MICF dengan tujuan untuk mengajak anak muda memulai bisnis kopi dengan baik dan benar. Selain festival MICF tahun ini melakukan inovasi dengan menghadirkan puluhan stan pelaku kopi yang ada di Sumatera Utara.

Salah satu pelaku kopi yang membuka Stand di MICF adalah Suryadi yang mendapat dukungan dari Dinas Pertanian Tapsel, memamerkan 10 jenis kopi dari Desa Sidapdap Simahosor, Kecamatan Saipar Dolok Hole Kabupaten Tapanuli Selatan.

Sehari sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Agus Suryono mengatakan dalam perspektif pariwisata dan ekonomi kreatif, semakin maraknya pelaku kopi di Medan maka semakin merangsang perekonomian di Medan.

Pemerintah Kota Medan akan mendorong agar festival ini bisa menghasilkan sesuatu, seperti promosi kopi di Medan, dan pelaku-pelaku Event ini bisa merasakan manfaatnya.
Jika dilihat dari peningkatan pelaku kopi yang diusung oleh anak muda di Medan, Agus berkeyakinan hal ini adalah momen yang sangat baik untuk menyokong perekonomian agar anak muda dapat memperoleh masukan dengan cara yang kreatif.

Founder MICF 2019 Luthfi Hutasuhut dan Aziza Fazira selaku Ketua Panitia MICF yang telah mencapai pada angka ke enam. Kali ini yang dilakukan fokus mengedukasi anak muda bagaimana memulai bisnis kopi dengan cerdas.

Jadi kita selama dua hari ingin mengedukasi anak muda Medan, agar saat mereka memulai bisnis tanpa perlu punya coffeeshop besar bisa berjalan dengan ide dan kemampuan yang sudah diasah,” ungkap Azizah.

Azizah menambahkan, nantinya akan dapat menghadirkan berbagai kegiatan edukatif bagi calon barista seperti mengenal cita rasa kopi, melihat dari proses cupping kopi, pemanggangan biji kopi (roasting), penyeduhan kopi (brewing), Latte Art.
Selain itu para kawula muda juga bisa mengenal berbagai jenis kopi, serta bagaimana kiat cerdas memasarkan produk kopi, tuturnya.

Setelah itu akan disadari dan dengan sendirinya mengetahui melakukan bisnis kopi itu dapat berjalan secara total. Mulai dari proses cupping kopi untuk memilih jenis kopi, roasting untuk menentukan profile kopi apa yang cocok, ujarnya.

Kembali dikatakannya, untuk berbagai jenis minuman kopi, manual brewing jika kita ingin memulai bisnis kopi tanpa mesin, dan barista kelas jika kita sudah mampu menggunakan mesin.

Edy Ikhsan diakhir acara sekaligus menutup kegiatan, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat baik, mencerahkan, dan bisnis menjanjikan. Anak-anak muda sekarang sudah mulai menyukai kopi, karena kopi yang dihadirkan sudah bervarian, ujarnya.

Dari hasil penilaian juri yang diputuskan oleh ketua juri Riki Situmeang pada event Medan International Coffee Festival 2019 Six Edition kali ini adalah Juara pertama Iwan Setyawan (individu), juara kedua Deddy Syaputra (Coffee Crown), juara ketiga Banni Haqqa ( independen).

Sementara untuk pemenang juara harapan pertama Imelda (Poltek Pariwisata), juara harapan kedua Donny (Mister Cafe) dan sebagai pemenang terakhir juara harapan ketiga Hose (Poltek Pariwisata).(IS)

Berita sebelumyaKantor Pengelolaan Lahan Juara Kompetisi Gagasan/Ide Kreatif
Berita berikutnya5 Pimpinan DPRD Sumut Dilantik,Gubsu Harapkan Terbangun Sinergi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.