Pekanbaru – Dibalik peristiwa meninggalnya istri Martua Panjaitan Nursiti Boru Siregar (54) tinggal di jalan Hasan RT 02 RW 02 Desa Tasik Serai Barat Duri Riau,senin ( 29/04/19) sekitar pukul 9.30 di RSU Arifin Achmad Pakanbaru.

Kejadian tersebut membuat para keluaraga yang di tinggalin merasa adanya kejanggalan dalam pelayanan yang di berikan pada pasien saat menjalankan perawatan , penanganan pihak rumah sakit dalam memberikan pelayanan pada pasien yang membutuhkan pertolongan medis.

Martua panjaitan keluaraga pasien merasakan ada hal yang tidak wajar dalam pelayanan dokter dalam menangani pengayakit yang di derita Mursidi Siregar Tumor kandungan pada saat itu istrinya di operasi dalam kondisi yang sangat lemah, ” ungkap Mertua pada media ini, sabtu (4/5-2019) melalui Wappsatnya.

Pasien yang membutuhkan pertolongan medis terlantar dalam Paska operasi istri tidak di rawat di Ruang ICU dengan alasan ruang ICU penuh. sampai meninggal nya Nursiti dokter yang menangani adalah Dokter Shinta. “Kata Martua.

Nursiti tidak hadir saat Darah yang ditransfusikan pada istri Martua golongan darah Ab plus, padahal menurut istrinya dia bergolongan darah AB. Masih banyak lagi termasuk kurang profesional nya perawat di RS tersebut.

Martua mengharap bantuan pada aparat penegak hukum supaya pihak perusahaan di proses secara hukum, pihak keluarga masih menyelimuti kesedihan atas meninggalnya istri. (M. Panjaitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.